Langsung ke konten utama
Saya membayangkan saat ini, saya sedang melakukan video call VC dengan mamak saya, dan saya bisa melihat wajah mamak saya yang sedang bersemangat tapi juga sedikit sedih karena akan berangkat ke Medan untuk menghadiri pernikahan keluarga. Mamak saya berkata, Nak, mamak akan berangkat ke Medan besok pagi. Mamak akan menghadiri pernikahan sepupu kamu. Saya bisa merasakan sedikit kesedihan dalam suaranya, karena mamak saya akan meninggalkan saya dan keluarga untuk beberapa hari. Saya menjawab, iaa, mak. Mamah pergi aja, gak papa. Kita doakan saja semoga acaranya lancar dan mamak bisa ketemu sama keluarga di Medan." Mamah saya tersenyum dan berkata, "Iaa, nak. Mamah akan doakan kamu dan keluarga juga. Kamu jaga diri sendiri ya, jangan lupa makan dan minum yang teratur. Saya ingat kata-kata Tuhan dalam Filipi 4:6-7, Janganlah kamu khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Dan damai sejahtera Allah, yang mellebihi segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Saya berkata, Iaa, mak. Mamah juga jaga diri sendiri di Medan, jangan lupa bawa payung dan jaket tebal. Cuaca di Medan kan lagi dingin. Dan jangan lupa doakan kita semua ya, mak. Mamah saya tersenyum dan berkata, Iaa, nak. Mamah akan doakan kita semua. Kamu juga jangan lupa doakan mamah ya. Saya merasa bahwa mamak saya selalu ada di hati saya, dan saya akan selalu doakan mamak saya. Saya ingat kata-kata Tuhan dalam 1 Tesalonika 5:11, Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan membangunlah seorang akan yang lain, seperti yang kamu lakukan juga. Saya menutup VC dengan mamak saya, dan saya merasa sedikit sedih karena akan berpisah dengan mamak saya untuk beberapa hari. Tapi saya juga merasa bahagia karena mamak saya akan menghadiri pernikahan keluarga dan bisa ketemu dengan keluarga di Medan.
Postingan populer dari blog ini
Komentar
Posting Komentar