hari ini saya bangun pagi kayak biasa. buka mata, matiin alarm, langsung siap siap makan, ibadah dan kekampus nggak ada yang spesial. di jalan ke kampus juga gak datar, saya melihat dari kaca bahwasannya langit yg begitu cerah, hati saya berbeda, hati saya malah hambar merasa 1 hari ini biasa aja suasana hati saya. nggak bahagia, nggak sedih. kosong tapi bukan hampa. datar aja. di cepel saya duduk di pinggir. hari ini rasanya malas ngomong. bukan karena marah atau kecewa. cuman memang nggak ada energi buat ngerasa apa apa. kayak lagi di mode netral. saya sempat mikir, apa saya lagi jauh dari Tuhan ya. tapi terus keinget mazmur 139:7-10. di situ daud bilang, ke mana aku dapat pergi menjauhi roh mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-mu, jika aku mendaki ke langit, engkau di sana jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun engkau. jadi walau perasaan saya datar, Tuhan nggak ke mana mana. siang saya buka alkitab lagi. kebaca pengkhotbah 3:1, untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. ternyata ada waktu buat tertawa, ada waktu menangis, dan mungkin hari ini waktu buat diam. nggak harus selalu meledak ledak. iman nggak diukur dari seberapa tinggi grafik emosi saya hari ini. selesai makan sampai jam 4 saya memiliki dikamar untuk tidur, lalu jam 4 saya bangun saya nyuci baju saya, saya sempat berfikir kyak gk ada semangat saya untuk disini, saya melihat menoleh kesamping gerbang, saya langsung teringat biasanya ada seseorang selalu buat saya ketawak dan semangat ketika mau nyuci baju, lihat baju yang banyak tambah membuat hati ku seperti lelah, mahasiswa pulang olahraga saya merasa biasa aja, tapi di dalam hati saya bisik, Tuhan, aku biasa aja hari ini. tapi aku bersyukur masih bisa napas, masih bisa jalan, masih bisa melakukan pekerjaan saya. mazmur 46:11 bilang, diamlah dan ketahuilah, bahwa akulah Allah mungkin hari ini Tuhan lagi ngajarin saya buat diam. nggak usah maksa bahagia, nggak usah nyari sedih. cukup tahu dia Allah, dan saya ciptaan Nya. saya ini imago dei, gambar Allah. nilai saya nggak tergantung perasaan saya naik atau turun. malam sebelum tidur saya nggak punya banyak kata buat doa. cuma bilang, Tuhan, aku di sini. biasa aja. tapi aku percaya kamu tetap pegang aku. kalaupun tetap datar hati saya untuk besok nggak apa apa. sebab rata bukan berarti rusak. kadang Tuhan ketemu kita bukan di rame, tapi di sepi. dan hari ini, di tengah rasa yang biasa aja, saya belajar satu hal Tuhan nggak kemana mana.

Komentar