Langsung ke konten utama
tadi pagi jam 9 saya jalan ke alfa. di pinggir jalan raya saya lihat seorang bapak. dia berdiri di panas. di sebelahnya ada anaknya laki laki duduk di kursi roda. bapak itu melambai lambaikan tangan ke mobil yang lewat. seperti tukang parkir. padahal itu jalan raya, bukan lahan parkir. saya kenal wajah bapak itu. hampir tiap hari saya lihat dia di situ. dengan anaknya. anaknya diam saja di kursi roda. kelihatannya dia punya kebutuhan khusus. kaki dan tangannya lemas. saya perhatikan baju mereka lusuh. wajah bapak itu capek, tapi tetap sabar jaga anaknya. hati saya langsung nggak enak. kasihan. kok tiap hari bapak itu harus panas panasan di jalan demi anaknya. saya mikir, apa nggak ada cara lain. apa nggak ada yang nolong. saya pengen kasih sesuatu. saya melihat uang saya cuman 15.000. saya masuk alfa. bingung mau beli apa. akhirnya saya ambil pop mie satu sama jajanan harga 7000. total pas 15.000. pas mau keluar alfa saya pengen sekali memberikan jajan saya tetapi saya ragu. segini cukup nggak ya. malu. cuma mie sama jajan maka dari itu saya ketika lewat depan anaknya rasanya saya pengen nangis saya berdoa dalam hati saya kiranya Tuhan perjumpakan mereka dengan orang baik yang punya lebih. jangan biarkan mereka lapar dan haus. peluk mereka ya, Tuhan. aku janji, kalau suatu hari aku punya lebih, aku mau bantu orang seperti mereka. saya ingat amsal 19:17. siapa menaruh belas kasihan kepada orang lemah, memiutangi Tuhan, yang akan membalas perbuatannya. saya juga ingat matius 25:40. sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk aku. uang saya sedikit, tapi Tuhan lihat hati. hari ini saya belum bisa memberi. tapi saya percaya Tuhan dengar doa saya. dan suatu hari Tuhan akan pakai saya untuk jawab doa bapak itu.
Komentar
Posting Komentar