Postingan
Aku merasa nahea diriku tidak berharga dimata Tuhan akan tetapi melalui renungan malam ini aku menyadari bahwasannya aku sangat berharga bagi Tuhan dan dia mau mengorbankan diri Nya kepada ku karna Ia mengasihi ku dimana nast alkitab Yang mambuat ku menyadari tentang oentingnya kasih Yang tertulis dalam 1Yohanes 4:9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
hari ini saya sangat bahagia tadi soreh kami melakukan olahraga seluruh mahasiswa mengikuti olahraga dan saya mengikuti permainan badminton dan permainan futsal putri dan saya bahagia karna dimana saya tidak sengaja meneskan air mata dimana saya langsung mengucapkan didalam hati saya, jakarta yang dulunya mustahil untuk saya ada disana tapi Tuhan kasih saya kesempatan untuk datang dan untuk melihat gedung gedung yang besar, yang dimana saya merasa ini bukan suatu kebutulan melainkan karna berkat Tuhan, saya dulunya gk pernah merasakan tempat lapangan bola yang begitu bagus sekarang saya bisa ada dan bisa merasakannya, saya mencarik nast alkitab tentang bersyukur yang tertulis dalam nast kolose 3:17 firman Tuhan berkata Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap Syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Saya membayangkan saat ini, saya sedang melakukan video call VC dengan mamak saya, dan saya bisa melihat wajah mamak saya yang sedang bersemangat tapi juga sedikit sedih karena akan berangkat ke Medan untuk menghadiri pernikahan keluarga. Mamak saya berkata, Nak, mamak akan berangkat ke Medan besok pagi. Mamak akan menghadiri pernikahan sepupu kamu. Saya bisa merasakan sedikit kesedihan dalam suaranya, karena mamak saya akan meninggalkan saya dan keluarga untuk beberapa hari. Saya menjawab, iaa, mak. Mamah pergi aja, gak papa. Kita doakan saja semoga acaranya lancar dan mamak bisa ketemu sama keluarga di Medan." Mamah saya tersenyum dan berkata, "Iaa, nak. Mamah akan doakan kamu dan keluarga juga. Kamu jaga diri sendiri ya, jangan lupa makan dan minum yang teratur. Saya ingat kata-kata Tuhan dalam Filipi 4:6-7, Janganlah kamu khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Dan damai sejahtera Allah, yang mellebihi segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Saya berkata, Iaa, mak. Mamah juga jaga diri sendiri di Medan, jangan lupa bawa payung dan jaket tebal. Cuaca di Medan kan lagi dingin. Dan jangan lupa doakan kita semua ya, mak. Mamah saya tersenyum dan berkata, Iaa, nak. Mamah akan doakan kita semua. Kamu juga jangan lupa doakan mamah ya. Saya merasa bahwa mamak saya selalu ada di hati saya, dan saya akan selalu doakan mamak saya. Saya ingat kata-kata Tuhan dalam 1 Tesalonika 5:11, Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan membangunlah seorang akan yang lain, seperti yang kamu lakukan juga. Saya menutup VC dengan mamak saya, dan saya merasa sedikit sedih karena akan berpisah dengan mamak saya untuk beberapa hari. Tapi saya juga merasa bahagia karena mamak saya akan menghadiri pernikahan keluarga dan bisa ketemu dengan keluarga di Medan.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Saya membayangkan saat ini, saya sedang berbicara dengan bapak saya melalui video call vc, dan saya melihat bapak saya menangis. Saya merasa hati saya terenyuh, karena saya tahu bahwa bapak saya sangat merindukan saya. Saya juga tahu bahwa opung sedang sakit-sakitan, dan itu membuat bapak saya sangat khawatir. Saya ingat kata-kata Tuhan dalam Mazmur 34:18, TUHAN dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya." Tuhan selalu dekat dengan kita ketika kita sedang mengalami kesulitan dan kesedihan. Bapak saya sedang mengalami kesedihan karena opung sakit-sakitan, dan saya tahu bahwa Tuhan ada di sampingnya. Saya juga ingat kata-kata Tuhan dalam Yesaya 41:10, janganlah takut, sebab Aku ada dengan engkau; janganlah bimbang, sebab Aku adalah Tuhanmu, Aku akan menguatkan engkau, bahkan Aku akan menolong engkau Aku akan menopang engkau dengan tangan kanan Aku yang benar. Tuhan menjanjikan bahwa Dia akan selalu ada dengan kita, dan Dia akan menolong kita dalam kesulitan. Saya merasa ingin sekali berada di samping bapak saya, memeluknya, dan memberikan dukungan kepadanya. Tapi saya tahu bahwa saya tidak bisa berada di sana secara fisik, jadi saya harus memberikan dukungan melalui doa dan kata-kata yang lembut. Saya berkata kepada bapak saya, "Bapak, saya tahu bahwa opung sedang sakit-sakitan, tapi kita harus percaya bahwa Tuhan ada dengan kita. Tuhan akan menolong kita, dan kita akan melalui ini bersama-sama. Saya juga mengingatkan bapak saya tentang kata-kata Tuhan dalam Filipi 4:13, "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi aku kekuatan." Saya tahu bahwa bapak saya kuat, dan dia akan melalui ini. Saya juga tahu bahwa Tuhan akan menolong kita semua, dan kita akan keluar dari kesulitan ini dengan lebih kuat dan lebih percaya.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Saya merindukan Opung. Saat ini, saya mendengar bahwa Opung sakit-sakitan, dan saya merasa sangat khawatir. Saya ingin sekali berada di samping Opung, memegang tangan Opung, dan memberikan dukungan kepada Opung. Saya ingat saat-saat indah bersama Opung, saat Opung membimbing saya, mengajar saya, dan mendukung saya. Opung selalu ada untuk saya, dan saya merasa sangat beruntung memiliki Opung seperti Opung. Tuhan berkata dalam Mazmur 41:3, "TUHAN akan memelihara dia dan membuatnya hidup; ia akan dibuat bahagia di bumi, dan janganlah Engkau menyerahkannya kepada kemauan musuhnya." Tuhan akan memelihara Opung, dan membuatnya sembuh dari sakit ini. Saya juga mengingat kata-kata Tuhan dalam Yesaya 40:31, "mereka yang menanti-nantikan TUHAN akan mendapat kekuatan baru; mereka akan naik dengan sayap seperti rajawali, mereka akan berlari dan tidak menjadi lelah, mereka akan berjalan dan tidak menjadi lemah." Tuhan akan memberikan Opung kekuatan baru, dan Opung akan sembuh dari sakit ini. Saya merasa sangat jauh dari Opung saat ini, tetapi saya tahu bahwa Tuhan selalu ada untuk Opung. Saya akan terus berdoa untuk Opung, dan meminta Tuhan untuk memberikan Opung kesembuhan dan kekuatan. Dalam 2 Korintus 1:3-4, dikatakan, "Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami dapat menghibur mereka yang berada dalam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah." Tuhan adalah Allah yang penuh belas kasihan, dan Dia akan menghibur Opung dalam penderitaan ini. Saya percaya bahwa Tuhan akan menyembuhkan Opung, dan Opung akan kembali sehat seperti semula. Saya akan terus mempercayai Tuhan, dan meminta Opung untuk juga mempercayai Tuhan. Saya akan terus merindukan Opung, dan meminta Tuhan untuk memberikan Opung kesembuhan dan kekuatan. Saya akan terus berdoa untuk Opung, dan mempercayai bahwa Tuhan akan melakukan yang terbaik untuk Opung.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Ada satu pengalaman yang begitu membekas di hatiku, sebuah momen sederhana namun penuh makna tentang sukacita dan toleransi dalam keluarga. Saat Hari Lebaran tiba, suasana dipenuhi dengan kehangata, tawa, dan kebersamaan. Namun di balik itu, ada perbedaan yang selama ini kami hidupi dengan damai aku dan abang ku dari anak mak tua ku, bahkan adek mamak ku yang perempuan yang paling kecil memiliki keyakinan yang berbeda dengan kami semua, kami memiliki keyakinan sebagai orang yang mengikuti Kristus dan abg ku serta adek mamak ku terbanding terbalik malah memeluk agama muslim. Awalnya, aku sempat merasa ragu. Dalam hati, aku bertanya-tanya, apakah pantas aku mengucapkan Selamat Hari Lebaran kepadanya. Takut jika ucapanku terasa tidak tepat atau bahkan menyinggung. Tapi di sisi lain, aku merasa bahwa sebagai saudara, kasih dan kebersamaan seharusnya lebih besar dari pada perbedaan yang ada. Dengan sedikit keberanian, aku menelefon dan mengucapkan selamat Idul Fitri selamat lebaran ya inanguda dan abg ku. Mereka Tersenyum mendengar aku mengucapkan hal tersebut. Aku pun tersenyum dan berkata dengan tulus, “Bang, Inanguda selamat Hari Raya, ya. Mohon maaf lahir dan batin. Sesaat aku menunggu reaksinya, dan ternyata yang kudapatkan adalah senyum hangat dan abg jugak inanguda ku menjawab ada jel sedikit THR inanguda, dan abg jugak mengatakan itu dan mereka meminta no rek ku. Inanguda dan abg ku menjawab Makasih, ya Boru, Makasih dek, sekalipun kita beda agama tapi tetap kau mau menghubungi abg dan inanguda mu, sekalipun kau ngambil jurusan reologi kau malah merangkul bahkan gk pernah menjahui inanguda dan abg mu ini, Senang banget aku mendengar begitu. Di momen itu, hatiku terasa penuh. Ada sukacita yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Bukan sekadar karena aku mengucapkan selamat, tetapi karena aku merasakan bahwa hubungan kami tidak dibatasi oleh perbedaan iman. Justru di sanalah kasih kami diuji dan dikuatkan. Aku menyadari bahwa toleransi bukan hanya konsep yang sering dibicarakan, tetapi sesuatu yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Menghormati, menghargai, dan tetap menunjukkan kasih adalah bentuk toleransi yang paling sederhana, namun paling bermakna. Dan dari pengalaman itu, aku belajar bahwa sukacita sejati muncul ketika kita mampu mengasihi tanpa syarat. Pengalaman ini juga mengingatkanku pada firman Tuhan dalam Alkitab: Sedapat dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang. Roma 12:18 Ayat ini seakan menegaskan bahwa sebagai manusia, kita dipanggil untuk membawa damai, termasuk di tengah perbedaan. Bukan memaksakan kehendak, tetapi menghadirkan kasih. Selain itu, ada juga firman yang sangat menyentuh hatiku: Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. 1 Korintus 13:4 Dari ayat ini aku belajar bahwa kasih sejati tidak mengenal batas. Kasih tidak memilih kepada siapa ia diberikan, tetapi mengalir kepada semua orang, termasuk kepada mereka yang berbeda dengan kita. Sejak saat itu, aku tidak lagi ragu untuk menunjukkan sikap toleransi dalam keluarga. Justru aku merasa bersyukur memiliki kesempatan untuk belajar mengasihi dengan cara yang lebih dalam. Sukacita yang kurasakan bukan berasal dari kesamaan, melainkan dari kemampuan untuk tetap bersatu dalam perbedaan. Pengalaman sederhana itu mengajarkanku bahwa keluarga adalah tempat di mana kasih seharusnya tumbuh paling kuat. Dan ketika kasih itu diwujudkan dalam bentuk toleransi, maka di situlah sukacita sejati hadir tenang, hangat, dan penuh damai.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya