Langsung ke konten utama
hari ini saya pulang dengan rasa kecewa yang berat. tadi siang saya ujian uas. semalam saya sudah duduk berjam jam. materi saya baca ulang. saya yakin kali ini bisa. saya berdoa dulu, minta pertolongan Tuhan. lalu saya mulai menghafal. tapi aneh. kalimat yang saya baca barusan, lima menit kemudian hilang. saya ulang lagi. masuk sebentar, terus kabur lagi. saya paksa terus sampai subuh. kepala berat. mata perih. saya pikir kurang tidur aja. siang tiba. soal dibagikan. saya baca nomor satu. itu persis yang semalam saya hafal. saya tarik napas. saya coba panggil ingatan. yang muncul cuma potongan kata. definisinya nggak utuh. no 1 masih bisa saya jawab sampai no 20 an, sampai 21 keringetan dingin. makin panik, makin kosong. saya baru sadar, kalau hati lagi banyak masalah, hafalan nggak mau masuk. seminggu ini saya kefikiran mamak bapak saya pikiran ke mana mana. saya bawa ke meja belajar, tapi nggak saya bereskan dulu sama Tuhan. waktu habis. saya kumpul kertas dengan jawaban yang membuat saya pasrah sore ini nilai keluar. benar saja, kurang memuaskan. saya duduk diam di kamar. malu. kecewa. kenapa orang lain bisa, saya nggak. kenapa yang saya baca nggak nempel sama sekali. terus saya buka alkitab. mata saya jatuh ke mazmur 119:11. di situ bilang, dalam hatiku aku menyimpan janji mu, supaya aku jangan berdosa terhadap engkau. saya diem. selama ini saya cuma taruh pelajaran di kepala buat ujian. bukan simpan di hati buat hidup. pantesan gampang hilang. kepala bisa lupa, tapi hati yang diisi firman akan ingat. saya juga baca yakobus 1:5. kalau ada di antara kamu yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati. saya tersadar. saya minta nilai bagus, tapi nggak minta hikmat dulu. saya andalin begadang, bukan andalin Tuhan. saya lupa amsal 3:5, percaya kepada Tuhan dengan segenap hati, jangan bersandar pada pengertianmu sendiri. nilai jelek ini teguran. Tuhan lagi ajar saya. bukan cuma soal lulus uas, tapi soal cara belajar. kalau hati beres, pikiran ikut tenang. kalau minta hikmat dulu, pengertian dikasih. saya kecewa, iya. tapi saya juga bersyukur. karena lewat kecewa ini saya balik lagi ke firman. besok saya mau coba lagi. baca pelan pelan, doa dulu, beresin hati dulu. biar yang saya baca bukan cuma lewat di kepala, tapi tinggal di hati.
Postingan populer dari blog ini
Komentar
Posting Komentar